Ramadhan ditengah Pandemi

Hari ke dua puluh Ramadhan, yang mana berarti Idul Fitri tinggal kurang dari dua minggu lagi. Ditengah pandemi Covid-19 dan ditengah PSBB. Sedih rasanya mengingat hingga sampai saat ini belum merasakan buka bersama bareng sahabat, padahal banyak hal yang ingin disampaikan ketika bertemu.

Juga, banyak karyawan yang merasa keberatan dengan kehidupan mereka, banyak usahawan yang mengalami kerugian akibat pandemi ini, semua mengalami kerugian, semua mengalami kesukitan. Bahkan beberapa karyawan dan Pegawai Negeri pun mengalami potongan gaji.

Banyak cicilan yang harus dilunasi,
Hingga sekarang banyak juga yang memikirkan mengenai financial planning untuk dirinya dan keluarga.

Dimasa pandemi ini, yang paling berasa adalah kesunyian Ramadhan. Biasanya mesjid dan mushola ramai diisi oleh para Jamaah sholat Terawih, anak kecil yang bermain sarung dan bapak-bapak yang buka bersama dengan jemaah mesjid dan lainnya.

Hingga saat ini mesjid dan mushola ditutup, tidak ada seorangpun menjalankan ibadah disana, kalaupun melakukannya harus dengan tertutup dan diam-diam (mengingatkanku pada jaman dahulu sebelum Islam merdeka/?).

Iya, diam-diam.

Daripada warga marah dan kesal karena kita melanggar PSBB, namun disatu sisi tak tega membiarkan mesjid tertutup. Mungkin akan banyak kontra mengenai pendapat saya, tidak apa.

Walaupun begitu tetap jamaah mesjid tidak boleh lebih dari 10 orang, untuk menghindari terjadinya penularan, dan sholat pun harus dilakukan dengan bersih dan menjalankan protokol yang sudah dibuat pemerintah.

Sungguh sedih, Idul Fitri kali ini mungkin tidak meriah seperti tahun sebelumnya. Tak apa, justru hal ini bisa menjadikan kita lebih dekat dengan keluarga dan Tuhan, dekatkan keluarga dengan Tuhan, dengan melaksanakan shalat jamaah atau tadarus bersama.

Tak usah munafik, ada beberapa diantara kita mungkin melakukan kecurangan dalam menjalankan PSBB, saya pun begitu, beberapa kali saya pergi ke pasar dan minimarket untuk membeli beberapa barang, dan menjadi seorang relawan walau hanya sehari.

Tidak ada inti dari tulisan ini, yang ku harapkan hanya semoga Corona mereda dan situasi menjadi nornal. Hingga saya, bisa mencari sepundi rupiah untuk masa depan.



Tertanda,
Penulis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Review] Joylab Cool Clay Pore Mask. Clay Mask dengan sensasi dingin!

Review K-Drama (Ending Spoiler): 'One Dollar Lawyer' Pengacara seribu dollar yang misterius, kompeten dan kocak!

Cegah Penuaan Dini Diusia 20an dengan Oriflame NovAge Sinergise!